Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Relativitas Kesuksesan

Sabtu lalu, 18 April 2020, saya melakukan sebuah wawancara beasiswa. Itu adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat. Saya mendapatkan nomor urut 148 untuk tujuan pemberangkatan yang sama, Malaysia. Wawancara itu berlangsung singkat, tidak lebih dari 20 menit. Ada dua pewawancara. Semuanya dilakukan menggunakan bahas inggris. Dan menggunakan aplikasi whatsapp video call. Salah satu pewawancara, saya mengenali sebagai Direktur program beasiswa tersebut (?). Karena saya pernah melihat wajahnya dalam booklet beasiswa yang berulang kali saya baca itu. Satunya lagi, (nampak) akademisi. Barangkali seorang dosen di Universitas Mataram. Itu dari hasil observasi saya karena melihat tumpukan buku bacaan di balik punggungnya. Ada beberapa pertanyaan yang sudah saya siapkan sekaligus jawabannya, hanya saja tidak ditanyakan. Sehingga saya menuliskannya di sini. Padahal ini adalah pertanyaan yang ketika saya menuliskan jawabannya memakan waktu lebih l...

PK WINNING ELEVEN

Gambar
Ada orang-orang hebat yang dilahirkan dengan bakat istimewa, menempel begitu saja saat lahir. Tanpa diminta. Sedangkan sebagian yang lainnya harus bersusah payah, mencari dan menemukan bakatnya. Menggunakan berbagai macam alat tes untuk mencari tahu, dan hasilnya tetap nisbi. Tentu saya adalah orang yang kedua.

H. Denny (Apakah Berarti Haji?)

Gambar
Ini postingan saya yang pertama di Blog yang sudah rawat sejak 2013. Saat-saat di mana banyak teriakan lagu darah juang. Waktu masih jadi aktivis. Di mana produktivitas menulis tidak terbendung, meskipun bukan hal yang penting.

Menyoal Predator Anak

(Diterbitkan : Harian Pontianak Post, 14 Februari 2018) Komisi Perlindungan Anak Indonesia menerima laporan bahwa jumlah kekerasan seksual yang tercatat pada 2015 sebesar 218 k asus . Pada tahun 2016 terjadi penurunan jumlah yang cukup signifikan, di mana yang tercatat berjumlah 120 kasus.Satu tahun setelahnya, pada 2017 Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat penurunan tindak kekerasan seksual hingga menjadi 116 kasus. Sementara itu, Kementerian Sosial melalui Divisi Rehabilitasi Sosial Anakmenemukan sebanyak 1.956 kasus pada tahun 2016. Peningkatan kasus terjadi pada tahun 2017, di mana Kementerian Sosial menangani sebanyak 2.117 kasus kekerasan seksual. Yang terbaru adalah kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum guru honor terhadap 41 anak di Tangerang, Banten. Provinsi Kalimantan Barat menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dalam lima tahun mengalami peningkatan jumlah korban kekerasan seksual. Pelaku kekerasan seksual didominasi oleh ora...

Wajah (Pendidikan) Kita

Gambar
(Diterbitkan : Harian Suara Pemred,  ) Kasus yang dialami guru Budi pada 1 Februari 2018kemarin tentu membuat miris bagi siapa saja yang mendengar. Tragedi tersebut adalah puncak gunung es berbagai permasalahan pendidikan yang dihadapi. Selainjuga bullying yang tercatat Komisi Perlindungan Anak Indonesia tidak kurang dari 26.000 kasus pada medio 2011-2017. Terlebih masalah narkoba yang sudah menyasar anak sekolah dasar. Keprihatinan kita terus bertambah manakala mendengarkekerasan seksual yangdialami peserta didik terus meningkat. Menurut hemat penulis,adanya salah paham tentang pendidikan itu sendiri juga berpengaruh. Pendidikan hanya dipahami sebatas transfer of knowledge ,hanya sebatas memahamkan siswa untuk bisa menguasai materi pelajaran. Sementara aspek lain semisal emosional, psikososial, dan spiritual tidak menjadi perhatian. Apabila pemahaman seperti ini yang diamini oleh masyarakat, maka tugas mendidik hanya menjadi tanggung jawab sekolah sebagai instit...

Pengalaman Tes CAT Kemenkumham

Gambar
(Pengalaman Tes CPNS Kemenkumham 2017) Prolog Mas, aku ndaftar cpns lho Iso po kowe? Nyobo ae Bejo nek kowe lulus Lha ngopo? Ha nek bojomu wajar Asyem! Sebut saja Hadin, bukan nama samaran. Meskipun lebih muda dariku, tapi aku memanggilnya 'mas'. Soalnya udah terlanjur. Dulu pas awal kuliah tahunya dia lebih tua. Soalnya... ehm.. boros hehe Sebenernya aku ngga bodo-bodo banget. Bodo sih, tapi ya yang masih bisa di tolerir lah. Ya Wajarlah Tanpa Pengecualian. Tapi ya itu, nek konco ngene iki seringe mbuli. Soalnya istriku memang jauh lebih pinter e. Oya, Soal CPNS, Pas awal aku ndaftar.. eh didaftarin sama (sebut saja) Hendry Apriansya, ini juga bukan nama samaran. Dan ternyata ketika dalam perjalanan   ianya udah duluan ketrima di perusahaan manufaktur terbesar di Kalasan sana. Jadilah akhirnya dia menggugurkan dirinya sendiri. Alhamdulillah saingan berkurang satu. Soalnya secara akademik dan prestasi dia jauuuh di atasku je. Kumlot juga, ...