Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Burhan : The Unpredictable

Gambar
Awalnya saya ingin menulis yang judulnya Burhan : The Unpredictable Man, tapi setelah dipikir-pikir lagi nggak pas.   Kesannya kalau “Man” kan identik dengan maco dan laki banget. Kayak terlalu memaksakan. Nah kalau di sandingkan dengan nama Burhan nanti dikira pencemaran nama baik. Nggak pas blas. Terus judul lainnya, Burhan : The Unpredictable Boy. Tapi kesannya gimana gitu, lha dia saja kan sudah tua sebenarnya. Sudah 26 tahun. Mungkin itu…… nya. Kalau kata Santrock ahli psikologi perkembangan, usianya masuk kategori dewasa awal. Meskipun aslinya usia mental dan perkembangannya saya tidak tahu apakah ada palung pemisah atau baik-baik saja. Intinya kan berarti sudah bukan “Boy” lagi. Akhirnya setelah berpikir cukup singkat saya memutuskan untuk member judul seperti di atas. Tanpa embel-embel Man atau Boy, biar nanti siding pembaca yang memutuskannya. Tentu dari penjabaran yang akan saya sampaikan di bawah ini. Namanya Burhan, tampilannya (berusaha) klimis. Mun...

Menyoal Predator Anak

(Diterbitkan : Harian Pontianak Post, 14 Februari 2018) Komisi Perlindungan Anak Indonesia menerima laporan bahwa jumlah kekerasan seksual yang tercatat pada 2015 sebesar 218 k asus . Pada tahun 2016 terjadi penurunan jumlah yang cukup signifikan, di mana yang tercatat berjumlah 120 kasus.Satu tahun setelahnya, pada 2017 Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat penurunan tindak kekerasan seksual hingga menjadi 116 kasus. Sementara itu, Kementerian Sosial melalui Divisi Rehabilitasi Sosial Anakmenemukan sebanyak 1.956 kasus pada tahun 2016. Peningkatan kasus terjadi pada tahun 2017, di mana Kementerian Sosial menangani sebanyak 2.117 kasus kekerasan seksual. Yang terbaru adalah kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum guru honor terhadap 41 anak di Tangerang, Banten. Provinsi Kalimantan Barat menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dalam lima tahun mengalami peningkatan jumlah korban kekerasan seksual. Pelaku kekerasan seksual didominasi oleh ora...

Wajah (Pendidikan) Kita

Gambar
(Diterbitkan : Harian Suara Pemred,  ) Kasus yang dialami guru Budi pada 1 Februari 2018kemarin tentu membuat miris bagi siapa saja yang mendengar. Tragedi tersebut adalah puncak gunung es berbagai permasalahan pendidikan yang dihadapi. Selainjuga bullying yang tercatat Komisi Perlindungan Anak Indonesia tidak kurang dari 26.000 kasus pada medio 2011-2017. Terlebih masalah narkoba yang sudah menyasar anak sekolah dasar. Keprihatinan kita terus bertambah manakala mendengarkekerasan seksual yangdialami peserta didik terus meningkat. Menurut hemat penulis,adanya salah paham tentang pendidikan itu sendiri juga berpengaruh. Pendidikan hanya dipahami sebatas transfer of knowledge ,hanya sebatas memahamkan siswa untuk bisa menguasai materi pelajaran. Sementara aspek lain semisal emosional, psikososial, dan spiritual tidak menjadi perhatian. Apabila pemahaman seperti ini yang diamini oleh masyarakat, maka tugas mendidik hanya menjadi tanggung jawab sekolah sebagai instit...

Fanser : (Sang Pangeran?)

Episode 1 : Fanser Awalnya saya berpikir bahwa di dalam Bapas terdapat Napi anak. Namun keliru, Napi adanya ya di Lapas atau Rutan. Oya, sekarang penyebutannya warga binaan. Instansi semacam apa Bapas itu, tak pernah terlintas dalam benak saya. Karena memang saya, keluarga, dan keluarganya keluarga saya memang tidak pernah berurusan dengan Bapas. Bahkan saya pertama kali mendengar Bapas ketika menjalani Tes Kompetensi Bidang. Di Bapas banyak sekali pelajaran. Saya beranggapan bahwa saya berada di dunia berbeda ketika bekerja. Alasannya adalah karena berbagai permasalahan berada di sana. Terkait dengan kehidupan masyarakat tentu saja. Nah, Bapas itu sebenernya ngurusin anak-anak yang tersandung kasus hukum, sebutan kerennya ABH. Anak sendiri untuk yang berumur di bawah 18 tahun. Dan kasus yang ditangani apabila masa hukuman di bawah 7 (tujuh) tahun. Kalau 7 (tujuh) tahun? Kagak! Selain itu juga ngurusin Warga Binaan yang mau bebas, baik bersyarat atau cuti menje...

Hari Pertama Orientasi

Gambar
Senin 22 Januari 2018 adalah hari pertama saya menjalani orientasi, yang dijadwalkan hingga dua pekan. Orientasi adalah perkualiahan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar lapangan dengan diisi materi materi tertentu yang memang dibutuhkan. Di hari pertama kami melakukan teleconference dengan Menteri   Hukum dan HAM RI yang berlokasi di Balai Sarbini Jakarta. Sedangkan kami yang di daerah ( Kalimantan Barat) bersama 32 provinsi lain di Indonesia memperhatikannya dari kanwil masing-masing. Kemajuan teknologi memang memiliki banyak dampak positif apabila digunakan untuk hal-hal yang baik.  Kalimantan Barat mengadakan orientasi di dua lokasi, Pertama di Kantor Wilayah, kemudian yang kedua adalah di Sekolah Polisi Negara atau SPN yang berlokasi tidak jauh dari Kanwil. Jumlah peserta yang mengikuti orientasi adalah 471 orang, terdiri dari formasi Polisi Kusus Lapas, Analis Keimigrasian, dan Pembimbing Kemasyarakatan. Untuk golongan terendah adalah 2a sedang y...