Karman, The Smiling Officer
![]() |
| SENYUM KARMAN |
Kalau ada pegawai yang paling
banyak pahalanya, ya Karman. Senyum lesung pipinya yang kedalamannya luar biasa
itu, bersarang dengan indah, di tempat yang strategis dan ya, presisi. Baik
jaraknya dengan hidung, dengan mulut, dengan telinga, dan dengan semuanya.
Pokoknya presisi.
Tentu, itu semua adalah buah dari
masa lalunya yang salah memasang jebak untuk babi hutan sehingga mengenai
dirinya. Nancep di pipinya sehingga berlesung.
Senyumnya itu, ibadah.
Berbicara tentang Karman, juga berarti
kita melihat sosok pejuang tangguh yang dilahirkan di daerah 3T. Melawi. Yang
kalau ke rumahnya harus bersusah payah, yang entah sekarang apakah sudah ada
listriknya? Dan untuk membalas WA harus naik ke atas bukit?
Dia, adalah benar-benar pemuda
harapan mertua, ya di geografi Melawi sana. Sejak merantau, untuk melanjutkan
sekolah dan sambil bekerja, (sejak SMP?) Karman sudah memulai halaman pertama
tentang perjalanannya.
Lengannya yang kekar dan
pundaknya yang kokoh adalah gambaran perjuangan. Berkarung-karung beras pernah
bersarang di sana, setiap hari.
Nasib memang kadang bisa menjatuhkan
siapa saja, tapi seorang Karman memilih untuk tetap tegar dan terus berdiri.
Dialah Karman, pemuda itu. Yang membiayai adik-adiknya untuk terus bersekolah,
yang benar-benar menjadi tulang dan punggungnya.
***
Baik, itu sebagai pembuka untuk perpisahan.
Selanjutnya mari, kita bercerita tentang Karman yang itu.
Setiap individu lupa akan
sesuatu, saya apalagi, untuk hal-hal seperti dompet, kunci motor, jam tangan,
atau botol minum adalah hal yang selalu saya tanyakan pada anak saya, Himada
yang baru 3 tahun 5 bulan itu. Dan, ketika saya bercerita dengan Sapiens dengan
jenis kelamin yang sama di kantor saya juga tidak berbeda jauh.
Mas Rony misal, yang baru
kehilangan tupperware, atau Heri yang sudah tidak terhitung (glorifikasi)
kehilangan jas hujan. Meta yang hapenya ketinggalan saat di cas dan harus di Go-Jek-in.
Ya, mengapa individu bisa lupa? Ini erat kaitannya dengan kapasitas dan prioritas.
Kapasitas itu terkait dengan penggunaan
Short Term Memory dan Long Term Memory. Dua hal ini kita singkat dengan STM dan
LTM. Di mana bedanya? Ya dari maknanya sebenarnya sudah jelas.
Baik, mari saya jelaskan secara
lebih detail, Atkinson dan Shiffrin menjelaskan tentang dua hal ini, kapasitas STM
tentu lebih kecil, dan akan hilang dalam waktu 20-30 detik. Apabila tidak diulang.
LTM berbeda, dia mempunyai kapasitas yang luar biasa besar, namun juga membutuhkan
usaha yang keras untuk memasukkan informasi ke dalam LTM. Untuk bisa pindah ke
LTM artinya kita harus mengulang-ulang ingatan atau informasi tersebut.
Yang kedua adalah prioritas. Nah,
ini menarik. Baru-baru ini para ilmuwan menemukan bahwa lupa adalah sahabat
dekat intelegensi yang tinggi. Mereka saling terkait dan tidak pernah
berselingkuh.
Katanya “People with the best memories tend to forget about relatively
unnecessary details. So, if you forgot the directions to that new restaurant,
it’s probably because you have more important things on your mind”
Orang-orang dengan intelegensi tinggi menggunakan kemampuan mengingatnya untuk hal-hal penting, alias prioritas. Sehingga wajar jika individu tersebut menjadi pribadi yang pelupa.
Nah, jika ada individu yang
manusia yang mempunyai intelegensi paling tinggi di sepanjang sejarah peradaban,
saya kira Karman adalah nominasinya. Ya karena pelupa, dengan tingkat pelupa
yang sangat ekstrem.
Mari kita membahas satu persatu
dari yang paling baru. Karman, yang polos ini, yang bahkan (seharusnya) tidak
ada orang yang tega membuli. Setiap Jumat menjadi bagian penting dari kawanan
manusia yang bermain futsal. Posisinya apalagi kalau bukan penyerang. Dia pencetak
gol terbanyak pada Jumat lalu.
Itu adalah pertama kali dalam dua
tahun kiprah Karman bersama tim Bapas bisa seproduktif itu, apakah ini adalah
pesan perpisahan? Entahlah, biar nanti waktu yang menjawab.
Biasanya, kalau bermain dengan
Pak Tua Denny, di Tim yang sama dia akan semakin mendekatkan Pak Tua itu dengan
Tuhan Yang Maha Esa karena ber-Istrighfar. Ya, tapi tentu bukan ini yang akan
di bahas.
Ketika kami selesai, dan hendak
pulang dengan naik motor, dengan badan tegap dia berjalan ke arah sebuah motor
Beat berwarna putih, kemudian setelah dia berusaha dengan keras memasukkan
kunci motornya tetap gagal. Datang seorang bapak yang agak tua, “itu motor saya,
Mas” Katanya.
Ternyata dia salah memasukkan
kunci motornya ke motor lain. Dan, ternyata motor yang Karman bawa adalah Revo
berwarna Hitam. Untung tidak ada Pak Tua Denny.
***
Karman, yang itu juga punya cerita
menarik, ketika akan membuat NPWP. Karena kemudian dompetnya hilang. Buku
tabungan dan ATM juga menjadi bagian darinya yang sering hilang.
Suatu kali, WAG kami juga
diramaikan dengan penemuan jaket yang ada ATM dan uang tunainya. Kabarnya jaket
itu sudah menggantung di rumah belakang selama berbulang-bulan. Grup pun ramai
membahas, hingga kemudian, Si Pemilik Senyum itu, datang dan berusaha keras
mengingat-ingat. Dan dengan sedikit ragu, Ia kemudian berujar “kayaknya ini
punyaku”.
Itu, adalah seperseribu kasus
bukti kecerdasannya (berdasar penelitian itu) yang saya ingat. Tentu lebih
banyak hal lain yang juga orang lain ingat. Itulah Karman, satu-satunya orang
baik yang polos dan jujur serta rajin ibadah.
***
Kelebihannya adalah Ia polos dan
pelupa. Dan tentu, dia adalah pribadi yang tekun, dan sayang pada keluarga. Ya,
sebaik-baiknya manusia adalah yang terbaik pada keluarga. Dan Karman salah
satunya.

Komentar