Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Relativitas Kesuksesan

Sabtu lalu, 18 April 2020, saya melakukan sebuah wawancara beasiswa. Itu adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat. Saya mendapatkan nomor urut 148 untuk tujuan pemberangkatan yang sama, Malaysia. Wawancara itu berlangsung singkat, tidak lebih dari 20 menit. Ada dua pewawancara. Semuanya dilakukan menggunakan bahas inggris. Dan menggunakan aplikasi whatsapp video call. Salah satu pewawancara, saya mengenali sebagai Direktur program beasiswa tersebut (?). Karena saya pernah melihat wajahnya dalam booklet beasiswa yang berulang kali saya baca itu. Satunya lagi, (nampak) akademisi. Barangkali seorang dosen di Universitas Mataram. Itu dari hasil observasi saya karena melihat tumpukan buku bacaan di balik punggungnya. Ada beberapa pertanyaan yang sudah saya siapkan sekaligus jawabannya, hanya saja tidak ditanyakan. Sehingga saya menuliskannya di sini. Padahal ini adalah pertanyaan yang ketika saya menuliskan jawabannya memakan waktu lebih l...

Heri, Sebenarnya (Nggak) Pelupa

Gambar
Berharap Heri tidak lupaan, seperti berharap nyamuk yang sudah berevolusi jutaan tahun silam itu tidak lagi menghisap darah untuk bertahan hidup, melainkan mengganti sayapnya menjadi panel surya. Tapi, itu bukanlah sebuah dosa besar, lupa dalam hemat saya selalu melekat pada pribadi yang penyayang dan dekat dengan keluarga. Itu setidaknya hasil penelitian mendalam atau kata Pak Husni in deep research terhadap dua orang sampel, ya salah satunya Heri, salah duanya Mas Roni, kan kualitatif dua juga sudah sah. Meskipun sulit untuk di generalisasi, dan nggak tahu reliabel atau validnya di mana. Bukankah, konsistensi (reliabel) adalah ketidakkonsistenan itu sendiri? Hipotesis yang saya ajukan adalah seperti ini, Hubungan Suami yang Sering Lupa dengan Kepuasan dan Kelekatan dalam Rumah Tangga . Hasilnya sungguh di luar dugaan. Ya, artinya tidak ada hasil yang bisa diduga. Dalam, buku Sapiens, buku yang masuk daftar buku yang wajib dibaca itu , Harari menuliskan, secara ...

Teguh yang Saya Kenal

Gambar
Teguh Oktorio Pratama Teguh yang pensiunnya masih 35 tahun lagi itu,  yang uang pensiunnya nanti menurut Taspen Mobile sekitar 120 jutaan, akan bekerja di Sambas sana, kampung halamannya. Malam ini saya mengajaknya berfoto. Tentu, akan saya posting dalam IG. "Saya tunggu Pak", katanya. Maka, untuk membuatnya tidak terlampau kecewa, saya menuliskannya panjang.

Karman, The Smiling Officer

Gambar
SENYUM KARMAN Kalau ada pegawai yang paling banyak pahalanya, ya Karman. Senyum lesung pipinya yang kedalamannya luar biasa itu, bersarang dengan indah, di tempat yang strategis dan ya, presisi. Baik jaraknya dengan hidung, dengan mulut, dengan telinga, dan dengan semuanya. Pokoknya presisi. Tentu, itu semua adalah buah dari masa lalunya yang salah memasang jebak untuk babi hutan sehingga mengenai dirinya. Nancep di pipinya sehingga berlesung.