Relativitas Kesuksesan
Sabtu lalu, 18 April 2020, saya melakukan sebuah wawancara beasiswa. Itu adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat. Saya mendapatkan nomor urut 148 untuk tujuan pemberangkatan yang sama, Malaysia. Wawancara itu berlangsung singkat, tidak lebih dari 20 menit. Ada dua pewawancara. Semuanya dilakukan menggunakan bahas inggris. Dan menggunakan aplikasi whatsapp video call. Salah satu pewawancara, saya mengenali sebagai Direktur program beasiswa tersebut (?). Karena saya pernah melihat wajahnya dalam booklet beasiswa yang berulang kali saya baca itu. Satunya lagi, (nampak) akademisi. Barangkali seorang dosen di Universitas Mataram. Itu dari hasil observasi saya karena melihat tumpukan buku bacaan di balik punggungnya. Ada beberapa pertanyaan yang sudah saya siapkan sekaligus jawabannya, hanya saja tidak ditanyakan. Sehingga saya menuliskannya di sini. Padahal ini adalah pertanyaan yang ketika saya menuliskan jawabannya memakan waktu lebih l...